Friday, June 15, 2012

New Session of Life.. (part2)


"With your music, you came into my heart. Stealing it, without you want it, I know. But, you've taken my heart. You don't even know why my heart following yours. But, the thing is I want I back. But, it never comes back again. Now im fall into the darkness. Seeing you with that girl.. I just need you smile once again to me. So I can forgetting you."


Sambil ngepost tulisan ini, gue sambil denger lagu Alicia Keys-If I Ain't Got You. Man, ini lagu penuh kenangan banget. Why? Yes, he teached me how to play this song with piano. Waktu perpisahan kelas 12 sekolah gue, gue sebagai anggota paduan suara sekolah gue yang bisa dibilang serabutan dan yang saat itu kejatuhan duren menjadi pemain musik. Serabutan karena gue sebenernya besuara sopran tapi kadang gue disuruh masuk ke mezzo dan yang paling parah karena sebenernya cuma gue yang mau diajar untuk ngedalemin musik, gue lah yang disuruh untuk jadi pemusik paduan suara sekolah gue.
Disaat semua temen-temen gue nyanyi dengan asiknya, gue dibelakang mereka, gak keliatan juga tapi gue harus berjuang sendirian. Main musik sendiri, yap as you know that im alone. No one will help. They sing together, but im playing alone. Tragic, and of course with a big responsibility. Im playing my music in front of my headmaster, my teacher and my choir coach of course, and in front of him. Wuih gue inget banget banyak banget cobaan waktu gue main di sana. Dari mulai guru seni tari di sekolah gue itu macam pilih kasih gitu deh. Dia lebih sayang sama anak teater dan tari. Sama yang vocal dan berbau music gitu, dia gak suka. Dan dia adalah salah satu cobaan gue waktu gue main. Waktu udah selesai main dua lagu, tiba-tiba dia langsung naik ke atas panggung sambil marah-marah dan nyuruh gue main music yang ceria, dan paduan suaranya juga langsung disuruh nyanyi lagu yang ceria. Lagunya sih emang udah kita siapin cuma, dia gak sesuai sama pengarahan dia sebelum tampil sama ketika udah tampil. Dan disitu gue kaget banget, konsentrasi gue yang harus gue jaga banget supaya gak goyah, mulai goyah dan disitu gue ngerasa kayak mau kabur aja. Tapi waktu gue inget wajah dia, waktu gue inget tanggung jawab gue, kepercayaan pelatih gue sama gue, dan semangat temen-temen gue, gue berusaha.
Tanpa gue kira, ternyata pelatih gue, dan dia.. yap dia yang juga pelatih musik gue itu support gue, dari backstage gue inget banget mereka tepuk tangan buat gue, mereka ngingetin gue sama tempo. Jujur gue seneng banget. Dan akhirnya dua lagu terakhir yang ceria itu selesai dan sambil kita nyanyi acara ditutup dan gue inget banget semua hadirin yang ada disana tepuk tangan buat kita. Mereka sepertinya puas dengan penampilan kita. Dan emang waktu gue tanya gimana penampilan paduan suara gue waktu itu, mereka bilang BAGUS BANGET, dan BIKIN JOGET omaigaaaat seneng. Segitu aja kilasannya. Tapi yang paling penting sebenernya kisah gue sama dia.. Si hitam manis berkacamata dan multi talent!
Gue denger waktu itu dari temen gue, waktu itu ada pertemuan anak ekskul musik sama alumni. Dan dia juga anak ekskul musik. Pertama kali masuk, dia ngajarin alur gita. Di situ dia main gitar sambil nyanyi. Selesai dia main musik dan nyanyi dia bilang gini "Maaf ya gue gak terlalu jago main gitar. Soalnya gitar cuma buat kebutuhan biasa aja. Gue anak piano sih" padahal temen gue dan anak-anak yang lain yang dengerin itu bilang kalau dia main gitar dengan sangat cantik, dengan sangat baik, enak didenger dan dia kalo lagi ngelatih anak padus yang cowok gue denger suaranya, suara dia itu bagus. Oh my! Gue sampe speechless deh sama dia.
Dia punya mata yang tulus, jenaka. Dia punya bibir yang ambon punya, tebel tapi gak lebay. Yang bikin senyum dia jadi manis. Dia punya hati yang tulus dan pengen ngasih yang terbaik buat setiap hal yang dia kerjakan. Dan yang pasti dia udah punya pacar. Gue inget banget waktu dia bawa pacarnya waktu kita semua lagi ada jadwal latihan. For sure, pacarnya dia itu cantik, putih, manis, imut, dan slim. Yeah she's totally different with me. Kulit gue coklat bersih, gue gak slim, bahkan gembul, dan gue gak manis, muka gue.. haha I'm not gonna describe my self to you, not in this part. Waktu gue liat pacarnya gue Cuma bisa diem dan pura-pura gak perduli. Dari pandangan dia ke pacarnya gue liat gimana dia bisa senyum sambil ngobrol sama pacarnya. Gimana dia bisa ketawa santai dan nyaman banget di samping pacarnya. I hope I can feel that kind of romance with him.
Gue inget banget, dia sering diledekin sama anak-anak yang lain cinlok sama gue. We definetly just fighting and mockin each other if we meet. I miss him, but I know he never miss me, even I hope so. Dia sering cabut sustain gue kalo gue lupa narik injekan gue dari sustain, dia bilang itu bikin feel dari lagu itu gak deliv, jadi kurang asik. Dia yang ngajarin banyak banget cara atau variasi ngocok piano. Dia ngajarin gue untuk sering main dengan cara "on" supaya suaranya makin variasi. Dan waktu itu gue pernah bilang ke dia kira-kiranya gini "ka, makasih ya udah ngajarin aku. Walaupun aku tau, kaka ngajarin aku hanya karna paduan suara ini, bukan karna personal" dan gak disangka dia malah jawab "kata siapa bukan buat personal? Gue bisa main keyboar karna gue suka keyboard. Makanya kalo liat keyboar jangan suka surem terus." See? Bukan hanya karna paduan suara aja? Tapi juga buat personal? Ya gak sih? Bener kan tafsiran gue? Bener gak? Bener kan?
However, I hope someday I can feel the sweet romance with him. But deep down in my heart, gue tau kalau mungkin itu gak akan terjadi. Dan mungkin ini cuma impian masa remaja gue yang terlalu terpengaruh sama film-film romance. Tapi satu, gue bersyukur sama Tuhan kalau dia perbolehkan gue untuk masuk paduan suara ini, untuk ketemu sama dia dan dilatih sama dia. Untuk ribut dan berantem sama dia setiap kali kita ketemu. Dan gue akan jadikan ini treasure of love story gue. Satu kali, kalo Tuhan belum datang ke bumi dan gue masih sempet nikah dan punya anak, gue mau cerita ke anak gue tentang one-sided love gue yang sebenernya tetep indah walaupun gak berbalas supaya dia gak galau lagi. Ahaha, norak ya? Never mind. I love all the tima I've spent in my life J

No comments:

Post a Comment