Friday, July 27, 2012
Time to LETTING go..
Will you love me, like I do? Will you think me, like I think of you? Will you miss me, like I miss you. Will you look me as lovely as I see you now? Will you?
Kadang, gue ngerasa semua hal-hal ini bullshit. Kadang gue ngerasa gue tolol banget mau-maunya sayang sama dia. Setiap gue denger lagu romantis, yang gue pikirin dia. Waktu gue denger lagu yang sedih, yang gue inget juga dia. Waktu gue punya sesuatu untuk gue ceritain, selain nyokap dan bokap gue, gue pengen selalu cerita sama dia. Setiap gue dengerin curhatan temen-temen gue, gue juga pengen dengerin curhatan dia, gimana dia seharian ini, apa aja yang dia rasain hari ini. Waktu gue jalan sama temen gue, gue ngebayangin kalau gue jalan sama dia, dan disitu dia bisa senyum karna obrolan gue sama dia, dia bisa pegang tangan gue dan mamerin ke orang lain, gue itu pacar dia.
Semua hal yang dia kasih ke gue itu berubah jadi sentimentil. Sentimenti banget malah. Kata-kata dia bisa jadi positif dan negatif buat gue. Ya emang, setiap omongan orang lain, itu selalu jadi pedang bermata dua buat gue. Bisa jadi support dan bisa jadi juga penghancur. Tapi omongan orang lain gak berdampak besar, sebesar yang Ses lakukan buat gue. Gue benci kalau harus termotivasi karna cowok, karna gue tau dengan jelas, motivasi itu gak baik, dan bisa aja jadi menghilangkan ketulusan yang ada di dalam diri gue.
Tapi gue bersyukur kalau selama ini gue ada di paduan suara gue, so far gue berjuang buat paduan suara gue, karena gue suka nyanyi dan gue suka main musik. Gue penasaran dengan musik yang udah dibuat selama ini, dan gue berusaha untuk mengerti musik, walaupun waktu gue males, dia jadi motivasi buat gue. Susah banget untuk lepasin kenangan tentang dia. Sama kayak lagu Leona Lewis yang judulnya Yesterday. Dilagu itu, sepenggal lyrics itu bilang "They can take the music that we never play, or the broken took everything, just take it away, but they can never YESTERDAY" ngerti maksud gue? Ya betul. Semua impian gue untuk jadi satu orang yang berharga di hatinya itu, bisa aja gue lepasin. Kenyataan bahwa dia udah punya cewek itu bisa aja gue abaikan, dan kenyataan bahwa gue gak bisa milikin dia itu bisa gue abaikan. Tapi yang gak bisa gue abaikan itu, Yesterday. Hari-hari yang lalu yang gue laluin bareng dia,
Waktu dimana gue ketemu sama dia untuk pertama kalinya. Untuk pertama kalinya dia ngajarin gue beat, gimana pertama dia nanyain chord sama gue. Waktu gue sama dia ada di depan keyboard berdua sama dia, sementara yang lain latihan suara. Waktu dimana gue diliatin sama dia waktu gue main musik, waktu dia liat mata gue dengan jelas dan bilang kalau ada beberapa bagian yang harus gue rapihin, dengerin dia tentang musik adalah passion, dan bukan tentang yang lainnya. Waktu dimana gue kejar dia karna dia mau kabur waktu gue minta ajarin, waktu dimana dia ngejar gue karna gue ngambil foto dia waktu dia lagi makan lontong dengan face yang super kocak waktu itu.
Kenangan itu yang buat jadi tolol. Kenangan yang buat gue terus berharap dan menganggap kalau gue masih punya sedikir kesempatan untuk pegang tangan dia di depan orang, kesempatan untuk naik motor dan dibonceng sama dia. Hari yang lalu, yang harus gue lepas. Hari yang lalu yang harus gue bakar dan buang jauh-jauh. Sampe semua habis dan gak bersisa dan gue bisa diem sambil dengerin musik tanpa ada dia di otak gue.
Tapi sekarang sambil denger lagu Yesterday, gue diem dan mikir dengan baik yang baik dan harus gue lakukan sama perasaan ini. Dengan semua saran temen-temen gue dan saran nyokap gue, gue mau ambil satu perubahan sama hati ini. Bukan untuk membenci dia, dan bukan untuk netralm bukan untuk sayang sama dia. Gue mau biarin perasaan ini berjalan gitu aja, dan setiap hari gue bakal belajar untuk bernafas tanpa bayangan dia ada di hati gue. Mencoba untuk gak punya keinginan untuk cerita sama dia waktu gue punya cerita yang pengen banget di denger sama orang lain. Untuk netral, man, dia itu cowok, dia punya badan yang lumayan bagus, senyuman yang charming dan bisa main musik, bagaimanpun gue pasti ngefans sama dia. Tapi gue mau supaya gue gak usah ngarep sama dia.
But, whatever I've talked about now. This is a time to let it go. Letting all of the stuff about him. And taste the freeness of love that can never be loving back. And from this day, I've learned not to give my heart that easily, or Im gonna down and broke too much
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment