Thursday, April 5, 2012
#CurhatanGue pr.4
"He has his soul in music, he makes people fall for him with his music, just like he did to me, but he it hurts when I know he did it not to make me love him, but to make the other girl in love with him."
Saat gue udah mulai masuk di SMA, dan waktu itu proses tatar-tataran udah selesai. Cuma, setelah proses tatar-tataran itu gue ngerasa kalau emang SMA lebih ketat dan sebenernya di dalam aturan yang ketat itu, ada keliaran dan pemberontakan anak-anak.
Dan memang itu SMA kan? Disaat anak-anak uda mulai tambah dewasa, dan memang semaunya, sementara ada guru dan peraturan sekolah yang tetap mengekak dan itu membuat ada rahasia-rahasia dan tindakan diam-diam yang tidak diketahui guru-guru. Tapi lepas dari yang seperti itu, yang hidupnya lurus-lurus dan gak neko-neko juga ada. Yang jadi apa adanya dia, tapi dia jadi seseorang yan positif. Dan memang kalau mau dibandingin mungkin yang tidak baik itu cuma seperempat dari semua murid di sekolah gue. Yang lain, semuanya normal.
Dan diantara yang normal-normal itu, ada juga yang baik dan berbakat. Dan itu adalah dia. Semua yang ada di sini gak akan gue sebutin namanya. Terserah kalian mau namain orang-orang disini siapa. Dia itu, ganteng, idung dia gak sama kayak yang lain, idunya itu mancung, bibirnya cukup lebih tebal dari laki-laki lain yang justru bikin dia keren, dia tinggi besar, dan yang pasti dia hitam manis. Ini pertama kalinya gue suka sama cowok yang bener-bener maskulin. Biasanya gue suka tipe-tipe Korea yang putih, dan kalau kakak OSIS yang gue suka waktu itu, dia kan mungil. Kalau yang ini, lebih cenderung tinggi besar, dan bikin dia keren banget.
Dia bener-bener charming karena dia juga suka TP2 alias tebar pesona. Dia sering banget main basket, atau football di lapangan kelas 1, ya lapangan yang tempatnya persis di depan kelas gue. Dia juga satu ekskul padus dan RohKris (Rohani Kristen) sama gue. Awalnya gue suka sama dia adalah, waktu itu kita semua, baik anak baru maupun anak-anak kelas dua dan tiga ngumpul dan kita ibadah Jum'at bareng. Dan ibadah Jum'at bareng itu disebut Persekutuan Jum'at dan memang itu sudah diadakan dari dulu. Dan itu, pertama kalinya gue dan temen-temen seangkatan gue PJ. Disitu dia main gitar. Dengan penuh pesonanya yang gila itu, dia main gitar. Dia penganut jazz. Yup, jazz! Itu kenapa dia bisa charming banget.
Waktu dia main musik, dia manis banget. Dan gue yang juga seorang pemusik, ngerasa kalau waktu itu jiwa dia emang udah nyatu sama gitar itu. Dia main dengan enak dan udah gak butuh chord-chord. Tapi feeling yang ngebawa dia makin enak mainin musiknya. Dan gue makin hari makin deket sama dia, SMSan, gue liat dia di ekskul padus, rohkris, dan kalo dia lagi main basket di lapangan di depan kelas gue. Dan baru gue tau ternyata dia bisa main drum, dan yah seperti kebanyak cowok lain yang kalo udah bisa main gitar, dia juga biasanya bisa main bass. He's a cool boy.
But, once again! Yes, once again. Ternyata dia lebih modusin temen gue, daripada gue. Dan banyak yang bilang kalau sebenernya dia emang serius sayang sama temen gue. Temen gue yang ini beda lagi, tapi dia satu SMP sama gue. Hem, gue kaget banget dan memulai lagi hari-hari galau gue. Tapi, semakin umur gue makin dewasa, gitu juga dengan cara pandang gue. Gue berpikir bahwa waktu gue gak boleh gue sia-siain dan jadi mubazir banget pasti. Gue gak bisa move on, karena di ekskul gue sekalipun gue tetep ketemu sama dia. So gue pilih untuk biarin perasaan ini bersarang di hati gue. Dan bahkan gue sempet ngasih tau perasaan dia ke gue. Dan malah semenjak itu, gue gak pernah bener-bener ngebet untuk ngomong atau bahkan ngeliatin dia sama kayak dulu.
Tapi makin ke belakang ini, gue juga gak ngerti sama perasaan gue. Gue masing sering ngeliatin dia waktu dia main gitar, dan kalau dia udah nyanyi dengan suaranya yang ngePop banget itu. Atau kadang-kadang kalo dia lagi gak sengaja-ngaja mau natap mata dia, ternyata daritadi dia juga udah ngeliatin gue. Atau kadang temen gue yang bilang kalau dia yang ngeliatin gue. Dan kadang gue cuek sama dia. Mau dia ada, dan gak ada. Mau dia lewat dan gak lewat. Gitu juga dengan dia.
He has his soul in music, he makes people fall for him with his music, just like he did to me, but he it hurt's when I know he did it not to make me I love, but to make the other girl in love with him. Tapi, sekarang semua itu udah gak bikin gue sakit. Bagi gue, dia itu cuci mata di tengah kepenatan otak gue karna gue udah stress dengan pelajaran dan tulisan-tulisan di buku. Dia sampe sekarang belum jadian sama siapa-siapa. Dan andaikata dia jadian, gue juga gak kenapa-kenapa. Bagi gue, biar dia jadi guru musik, dan temen baik gue. Dan satu lagi, ada saatnya dia baik banget sama gue. Karna apa? Dia ngasih gelang yang ada tulisan "Doa Bapa Kami" dan sampe sekarang gelang itu masih ada di gue. Entah gelang itu dia yang beli atau nyokapnya yang beli, atau jangan-jangan dia juga dikasih orang lain, but I think he has been kind to me to give that bracelet.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment